• BUKABE,  HOBI,  KREATOR,  PENULIS,  PROFESI,  SOSIAL

    Blogger Sumut di Kedai Sumatra Kena “Virus”

    Entah apa yang merasuki anggota Blogger Sumatera Utara mau hadir dengan fasilitator Orang Kampung. Bisa jadi, mereka hadir karena kejebak unggahan poster menarik si pembuat menebar di dunianya. Bahkan, kemungkinan rayuan maut Founder atau Co-Faunder komunitas kepada “korbannya”. Jika ada faktor lain dugaannya penasaran denga si pemakai “baju orange” yang gemesin. Atau mereka mau ikut nimbrung agar bisa lari dari pekerjaan rutin di rumah dan suami bisa jaga anak. Bagi mereka yang sering datang ke lokasi bagi yang lajang/gadis pilihan hadir karena faktor menu enaknya atau barista ganteng kali ya. Gara-gara hadir diacara itu, banyak dari mereka terkena “virus”. Terjangkit dari sedang duduk serius sembari dengar ocehan si fasilitator yang…

  • GURU,  HOBI,  PENULIS,  PROFESI,  TOKOH

    9 Penulis Buku jadi “Dalang” di Sumatera Utara Berstatus Guru

    Kisah fiksi di atas, membuat kita bisa tertegun dengan alasan-alasannya. Semua mengakuinya bahwa buku tulislah buku terlaris yang pernah menjadi saksi perjalan kita saat bersekolah. Sebagian besar menggunakannya bahkan bisa berpuluh buku sudah dihabiskan. Bagaimana dengan penulis yang saat ini bergeliat dengan karya-karya bukunya dijual dengan berbagai media penjualan di toko buku resmi ataupun toko online. Penulis-penulis buku tersebut, apakah masih memiliki buku tulis tersimpan rapi di rumahnya atau malu menyimpannya karena tulisannya “ceker ayam”. Bahkan, ada penulis karena tulisan yang naik turun tak berarutan sehingga mencari alternatif yang bisa dijadikan jalan keluar dengan menggunakan mesin ketik. Mungkin, yang tak alergi dan mau berubah dengan belajar untuk memulai dengan memakai…

  • GURU,  PROFESI,  TOKOH

    10 YouTuber Sumatera Utara berstatus Guru/Dosen

    “Anak-anak, kalau sudah besar dan selesai sekolah, mau jadi apa?” Pertanyaan seorang guru kepada anak didiknya di ruang kelas berdinding setengah beton dan berjaring-jaring kawat. Sebuah sekolah di perkampungan yang jauh dari setuhan fasilitas pembangunan seperti perkotaan. Anak-anak dengan cerianya menjawab pertanyaan guru karena mereka punya mimpi. Orang kampung punya mimpi-mimpi mulia yang ingin dicapainya. Beragam jawaban dari mereka satu persatu diungkapkan dengan alasan masing-masing. Jawaban spontanitas terucap dari beberapa anak yang punya mimpi besar. “Saya mau jadi polisi karena penegak kebenaran.” Ungkap anak yang duduk sudut paling belakang. Anak laki-laki yang berdiri dekat jendela menyela, “saya jadi mantri saja agar bisa obati orang-orang sakit. Semua anak-anak menjawab berbagai profesi…