• CITRA,  KOMUNITAS,  OMAH DONDONG,  SOSIAL,  TOKOH

    Pendiri TBM Mendai Secanggang dan Ketua Gemastri Naman Jahe sebagai Peraih Pemuda Berdaya 2020

    Najwa Shihab “Pemuda hari ini harus turun tangan, berkarya nyata menjawab semesta Indonesia” Sebagian mereka sudah lupa kampung halamannya dimana dia dilahirkan. Bermain petak umpet, mandi di sungai atau mencuri buah di kebun orang di masa kecilnya. Mereka pindah secara diam-diam dan tak tahu dimana rimba saat ini karena merasa sudah sukses di negeri orang. Atau ada merasa malu untuk kembali karena kegagalannya sebagai perantau. Kampung-kampung di pedesaan mulai banyak ditinggalkan pemudanya untuk merantau. Demi meningkatkan kualitas diri atau mencari kesejahteraan demi keluarga yang ditinggalkan. Penduduk tua dan anak-anak menghiasi dominasi untuk meramaikan suasana kampung di pagi untuk bermain. Malam hari dengan suara mengaji anak-anak atau berkumpulnya mereka di keramaian…

  • GURU,  HOBI,  PENULIS,  PROFESI,  TOKOH

    9 Penulis Buku jadi “Dalang” di Sumatera Utara Berstatus Guru

    Kisah fiksi di atas, membuat kita bisa tertegun dengan alasan-alasannya. Semua mengakuinya bahwa buku tulislah buku terlaris yang pernah menjadi saksi perjalan kita saat bersekolah. Sebagian besar menggunakannya bahkan bisa berpuluh buku sudah dihabiskan. Bagaimana dengan penulis yang saat ini bergeliat dengan karya-karya bukunya dijual dengan berbagai media penjualan di toko buku resmi ataupun toko online. Penulis-penulis buku tersebut, apakah masih memiliki buku tulis tersimpan rapi di rumahnya atau malu menyimpannya karena tulisannya “ceker ayam”. Bahkan, ada penulis karena tulisan yang naik turun tak berarutan sehingga mencari alternatif yang bisa dijadikan jalan keluar dengan menggunakan mesin ketik. Mungkin, yang tak alergi dan mau berubah dengan belajar untuk memulai dengan memakai…

  • PENULIS,  SOSIAL,  TOKOH

    Taman Baca Mendai Bergeliat untuk Literasi Orang Kampung

    “Secanggang itu dimana ya?” Kalau ditanya seperti itu, apa yang Anda ingin jawab? bilang tahu atau tidak. Bahkan bertanya ulang, Secanggang itu apa ya? Ini bisa jadi berabeh semuanya karena orang yang bertanya emosi tingkat tinggi dan yang jawab pun bisa naik darah tingginya. Sebagian orang mungkin akan tahu, yang pernah berkunjung atau pernah sebagai tanah kelahirannya. Secanggang merupakan nama desa dan kecamatan yang ada di Kabupaten Langkat. Keberadaannya tak jauh dari Stabat sebagai ibukota Kabupaten Langkat. Siapa sangka, banyak orang di dekat sana saja tak mengetahui keberadaan desa tersebut. Nama desa dan kecamatan secara bersamaan inilah yang membuat daerah ini lebih dikenal walau hanya sepintas lalu. Sebuah daerah kecil…

  • GURU,  PROFESI,  TOKOH

    10 YouTuber Sumatera Utara berstatus Guru/Dosen

    “Anak-anak, kalau sudah besar dan selesai sekolah, mau jadi apa?” Pertanyaan seorang guru kepada anak didiknya di ruang kelas berdinding setengah beton dan berjaring-jaring kawat. Sebuah sekolah di perkampungan yang jauh dari setuhan fasilitas pembangunan seperti perkotaan. Anak-anak dengan cerianya menjawab pertanyaan guru karena mereka punya mimpi. Orang kampung punya mimpi-mimpi mulia yang ingin dicapainya. Beragam jawaban dari mereka satu persatu diungkapkan dengan alasan masing-masing. Jawaban spontanitas terucap dari beberapa anak yang punya mimpi besar. “Saya mau jadi polisi karena penegak kebenaran.” Ungkap anak yang duduk sudut paling belakang. Anak laki-laki yang berdiri dekat jendela menyela, “saya jadi mantri saja agar bisa obati orang-orang sakit. Semua anak-anak menjawab berbagai profesi…

  • CITRA,  KOMUNITAS,  KREATOR

    Kaos Endut

    Wah, sudah maju tuh perut? Kalau teman bilang begini, pilihannya cuma 2. Mau diabaikan saja atau difikirkan. Kalau diabaikan kemungkinan terburuk akan terjadi. Semakin “endut” baju kaos tak muat lagi. Jika difikirkan, bagaimana caranya perut itu bisa kembali semula atau ganti kaos yang lebih besar. Masalah utama bukan di perut. Kesalahan fatalnya, mengapa kaosnya yang dipesan ukurannya kecil. Medan, 08-10-2019

  • GURU,  KOMUNITAS

    Kepala Sekolah Inspiratif

    Bisa hadir atas undangan dari kepala sekolah menjadi fasilitator merupakan sebuah kehormatan. Kesempatan untuk bisa bersama, belajar dan berbagi yang jaraknya jauh dari rumah. Jalur tol sebagai jalan agar sampai ke lokasi kegiatan. Jadi fasilitator kegiatan pengembangan Karya Tulis Ilmiah sebagai bagian dari program Sekolah Zonasi dana dari Direktorat PSMA Kemdikbud. Beberapa ice breaking (tepuk pagi, siang, sore, malam; tepuk kir) dan main ular tangga. Materi dengan judul #8 (Doa-Dukungan; Elemen; Latihan; Aktual; Panitia-Penilai-Pembimbing; Akurat; Narasi) Disampaikan kepada peserta guru dan siswa yang hadir di aula pertemuan. Menemukan ide dan objek kajian penelitian melalui media peta konsep. Semua dilakukan diakhir sesi secara berkelompok. Bersama dan belajar jadi seru karena memudahkan…

  • CITRA,  GURU,  KOMUNITAS,  PENULIS

    Go Teacher

    Mendapat tawaran siaran mengundara langsung kami iyakan. Sebagai Founder Guru Mendunia bisa ambil keputusan bijak dan tepat. Siaran di RRI Pro 2 Medan untuk Guru Mendunia merupakan langkah awal di media radio untuk benar mendunia melalui frekuensi yang kami impikan. Guru Mendunia, akan mendapatkan siaran tetap setiap hari Rabu, jam 16.00 – 17.00 WIB di bagian Numpang Nampang. Siaran perdana di 23 Oktober 2019 dimanfaatkan untuk menceritakan latar, kegiatan dan harapannya ke depannya. Bersama Sofyanto, Yopi Rachmad dan M. Taufik dicecar pertanyaan oleh penyiar sehingga strategi menjawab secara bergantian, berbagi peran dan saling menguatkan. Kami bukan siapa-siapa. Kami ingin berbagi kepada siapa saja. Mengedukasi dengan Online Training, IHT dan Coaching…

  • KOMUNITAS,  PENULIS

    Ekonomi Kreatif Remaja

    Duta Genre (Generasi Berencana) bukan modal cakap doang bung. Sehat, Cerdas dan Ceria yang diucapkan itu penuh makna. Faham kan Ucok. Sehat dengan tidak menggunakan narkoba, cerdas memilih bahwa seks bebas itu berbahaya dan hidup ceria dengan tidak melakukan pernikahan di usia dini. Dengan begitu hidupmu lebih bermakna karena berencana. Ngono lho rek. Menjadi remaja dengan generasi emas Indonesia. Generasi yang bisa merencanakan masa depannya yang lebih baik. Mereka akan menjadi pemuda tangguh dimasanya. Ngerti maksudnya kan si Ujang. Merdeka. Ini yang harus difahami betul samamu Salam 3 jari & simbol zero. Punya makna yang dalam bagi remaja. Bagaimana menjadi generasi berencana yang hebat dan andal. Begitukan cik. Kasus kenakalan…

  • GURU,  KOMUNITAS,  PENULIS

    Mas Menteri

    Mas, rencana dalam 100 hari ini akan “mendengarkan” berbagai masalah pendidikan. Pertemuan dengan orprof seperti IGI (Ikatan Guru Indonesia), PGRI (Persatuan Guru Republik Indonesia), AGSI (Asosiasi Guru Sejarah Indonesia), AGMI (Asosiasi Guru Matematika Indonesia) dan lain-lain. Mas Menteri mengundang mereka agar bisa memberikan solusi masalah pendidikan khususnya guru. Mereka bertatap muka agar berinteraksi langsung. Saling senyum, salam, sapa, sopan dan santun memperkenalkan diri warna baju kebanggaan mereka masing-masing. Berbeda dilakukan oleh komunitas / lembaga dengan gerakan pendidikannya. Beberapa malah membuat sebuah sayembara agar menuliskan gagasan dan harapan di buku yang nantinya akan dihadiakan kepada Mas Menteri. Awal kepilihnya mas, banyak yang latah dengan menggunakan istilah #GO yang disambungkan dengan istilah…

  • KOMUNITAS

    Panggung

    Teman-teman yang hobi bernyanyi selalu kesal. Tak diberikan kesempatan memegang pelantang padanya. Suara musik mengoyangkan telapak kaki dan jari-jarinya sehingga membuatnya marah. Jika sudah diberikan naik, pantang kata berhenti sebelum padam aliran listriknya. Itupun sengaja dimatikan agar berhenti. Ada konco punya alasan tak mau bicara jika tak diminta sama pewaranya. Kalau sudah ngomong dengan pengeras suara di depan forum, tak bisa dihentikan kecuali dapat telepon dari istrinya untuk beli susu anaknya atau disuruh cuci piring. Mereka itu punya naluri dan bakat masing-masing. Naluri berani tampil jika sudah diminta walau suara dan nafasnya pas-pasan. Nyali PD begitu kuat walau tak berisi apa yang disampaikan. Kita dianggapnya memahami dan mendukungnya. Padahal ampun…