GURU,  GURU MENDUNIA

Butuh Kawan Manggung di Pelatihan Soal HOTS

Butuh 3 fasilitator agar guru-guru memahami penulisan soal HOTS dengan 17 peserta. Kami melakukan itu agar semakin mangkil dan mangkus dalam sebuah pelatihan. Tak mengejar banyak peserta sampai ada yang mengantri masuk dan berdiri di depan pintu. Kami punya harapan agar yang disampaikan itu nyantol kepada peserta. Biar ngak apa kali lho.

Guru SMP dan SMA Santa Maria Medan (Yayasan Setia Medan)

Begitulah saat Guru Mendunia melatih guru-guru SMP & SMA Santa Maria Medan dibawah naungan Yayasan Setia. Diskusi berjalan setelah pemaparan narasumber. Melalui pendekatan andragogi proses pelatihan penyusunan soal HOTS ini berlangsung. Peserta menilai soal yang pernah dibuat berdasarkan instrumen yang kami berikan. Guru kemudian mengklasifikasikan soal untuk diperbaiki atau diabaikan.

Jika diperbaiki, bagian stimulus, redaksi atau tipe soalnya yang layak diperbaiki untuk menjadi soal tepat. Di sesi selanjutnya, fasilitator menekankan, bahwa penulisan soal di penilaian dibutuhkan variasi soal dengan level LOTS, MOTS dan HOTS. Menjadi penekanan kepada Bapak/Ibu guru, bahwa anak didik akan terbiasa menghadapi soal HOTS jika orientasi proses pembelajaran juga HOTS. Sehingga bisa selaras antara pembelajaran dan penilaian akhirnya.

Interaksi berjalan sesama peserta untuk saling memberikan saran. Soal disajikan pada slide proyektor oleh guru dibedah bersama. Proses itu, akhirnya membuat guru mulai memahami soal HOTS yang tepat sebagai penilaian. Tepuk tangan, pujian dilakukan sesama guru terhadap soal yang dibuat. Pendekatan andragogi mulai berjalan diantara mereka sebagai suatu proses pelatihan.

Kami sampaikan sebelum pertemuan, tak sanggup bila jumlah peserta terlalu banyak. Jika saya sendirian, mohon diizinkan menambah kekuatan. Izin diberikan dari pihak sekolah kepada kami untuk menindak lanjuti kegiatan tersebut. Mempertegas kesiapan kami, lebih baik mundur kemudian menyerahkan amanah ini kepada pihak lain saja jika hanya bermain tunggal. Kami butuh panggung dan berani menyatakan menolak dan menohok jika tak sesuai dengan arah gerakan Guru Mendunia. Cokor (Cocok Kam Rasa)!

Guru Mendunia itu butuh kawan manggung bukan lawan jangkung.

Sofyanto

Orang Kampung Mendunia. IG/Youtube: sofyanto.id Email: sofyanto15.st@gmail.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *