ALUMNI,  GEOGRAFI,  GURU,  TOKOH

Pak Nas sang Guru Desa

Tancap gas, laju sepeda motor bebek menembus dinginnya pagi masuk ke pori-pori. Tak terhitung lagi jaket yang digunakan untuk menembus angin pagi dan kadang gerimis menyertainya. Perjalananan dari rumah menuju ruko untuk menitipkan sepeda motor di sekitar terminal Amplas. Runititas harian dilakukan sebelum matahari terbit. Seorang guru mengabdikan diri di sebuah desa puluhan kilometer dijalani setiap harinya. Berangkat setelah menunaikan shalat berjamaah di masjid beberapa meter dari rumahnya.

Bandar Kopi, 6 November 2020

Naik minibus berbentuk angkot langganan yang berisi pekerja yang bekerja diluar kota secara sirkuler dari Medan menuju Kota Tebing Tinggi. Penumpang memposisikan duduk dimana mereka biasa duduk sesuai. Jarak terdekat akan duduk dekat pintu sampai mereka yang duduk diujung menandakan penumpang di lokasi yang terjauh. Angkot dengan lampu samar-samar mulai melaju. Penumpang mulai tertidur saat angot mulai meninggalkan tempat “ngetem” di bawah jembatan layang. Penumpang akan terbangun dengan sendirinya jika sudah mendekati persimpangan jalan atau kantor dimana mereka bekerja.

Sebagian penumpang akan dibangunkan sopir jika sudah sampai tujuan. Supir angkot sudah tahu dimana penumpang akan berhenti untuk menurunkan penumpang masing-masing. Keseharian pekerja kota yang mencari nafkah buat keluarganya yang jauh dari perkotaan. Sebagian dari penumpang angkot merupakan pekerja berpuluh tahun sampai memasuki masa pensiun. Sebagian lagi sudah berpindah tugas karena berbagai faktor dan sisanya masih bertahan dan berganti dengan pekerja lainnya.

Ketika turun dari angkot, langsung menuju sepeda motor pribadinya yang dititip di sekitar simpang kepada seseorang. Di tempat penitipan keduanya ini, beberapa sepeda motor sudah terparkir rapi setiap paginya untuk digunakan oleh orang-orang yang akan bekerja memasuki desa-desa di sekitar Tanjung Beringin. Perlu kendaraan pribadi untuk digunakan secara rutin karena untuk mengurangi pengeluaran rutin. Jika setiap hari harus naik ojek (baca: RBT) maka habislah gajinya untuk membayar setiap harinya. Menyikapi secara bijak dengan membeli sepeda motor lagi yang dititip dan membayar secara bulanan. Sepeda motor untuk digunakan menuju beberapa kilometer menuju sekolah tempat pengabdiannya. Sampai di sekolah sebelum waktunya lonceng berbunyi tanda masuknya siswa ke kelasnya masing-masing.

Anak didik di sekolah memanggilnya dengan Pak Nas. Teman dekat juga memanggil dengan nama itu pula. Pak Nas singkatan dari marga Mandailingnya “Nasution“. Drs. Makhyar Johni Nasution sebagai nama lengkap beliau yang merupakan alumni Pendidikan Geografi FKIPS IKIP Medan. Selama ini beliau bersama keluarganya di Pukat Banting III Nomor 7 Medan. Seorang guru geografi yang berdedikasi dan berintegritas mendapatkan amanah tambahan sebagai Wakil Kurikulum di SMAN 1 Tanjung Beringin Kabupaten Serdang Bedagai. Sesama komunitas guru geografi di kabupaten Serdang Bedagai diamanahkan sebagai Ketua MGMP Geografi untuk tempat curhat dan mengayomi anggota untuk mengembangkan diri.

Menyebut dirinya sebagai “Pak Nas Sang Guru Desa” untuk video identitasnya. Video-video karyanya disebar diberbagai grup whatsapp dan facebook pribadinya. Karyanya itu turut membantu bahkan menginspirasi orang lain untuk terus berkarya. Kemunculan personal branding Pak Nas Guru Desa setelah kemunculan seseorang yang menggunakan istilah Guru Mendunia.

Kehadiran dan motivasi siswa yang rendah membutuhkan perlakukan dan pendekatan khusus agar mereka mau sekolah. Upaya dengan memperkenalkan diri sebagai Pak Nas untuk mengakrabkan dirinya dengan siswa yang mayoritas sebagai anak nelayan dan buruh tani. Ditambah mayoritas status guru honorer di sekolah tersebut sehingga perlu pembinaan agar kompetensinya meningkat. Kondisi seperti itulah, membuatnya tidak berani meninggalkan keadaan sekolah. Sekolah yang berada di lingkungan pedesaan yang membutuhkan dedikasi dan loyalitas seorang guru agar mereka bisa mengenyam pendidikan. Padahal sudha banyak tawaran membantu beliau untuk untuk berpindah tugas ke kota.

Pulang dan perjalanan melelahkan dari sekolah negeri di desa itu, sore hari melanjutkan proses pembelajaran di SMK Budisatrya Medan. Sekolah tempat tugas tambahannya merupakan sekolah diawal-awal karier beliau sebagai guru. Tak mungkin begitu saja meninggalkan karena di sekolah itu punya kenangan khusus di sana. Guru Kewirausahaan diampuhnya yang tak jauh dari tempat tinggal beliau saat ini.

Sebagai guru desa, telah banyak mengikuti berbagai kegiatan pendidikan dan pelatihan perwakilan dari sekolahnya. Ilmu yang didapatkan kemudian diimbaskan kepada guru-guru di sekolahnya. Termasuk mengimbaskan kepada sesama guru-guru geografi yang dipimpinnya. Keaktifan beliau berkegiatan di MGMP Geografi sebagai penggerak, sehingga sering melakukan pertemuan rutin termasuk rapat dan pelatihan. Kinerjanya baik itu mengantarkannya mendapatkan penghargaan sebagai MGMP Geografi Kabupaten/Kota Kinerja Terbaik dari Pengurus MGMP Geografi SMA Sumatera Utara pada, 10 Agustus 2018 di Universitas Negeri Medan.

Mampu mengayomi junior dan membimbing guru-guru di daerahnya dapat diposisikan sebagai orangtua yang dihormati. Orang terbantu dengan kehadirannya untuk memecahkan kebutuhan dan masalah yang dihadapi guru-guru. Beberapa guru didamaikan atas perselisihan terjadi dalam berorganisasi di komunitas geografi. Kehadiran di beberapa kegiatan MGMP Geografi SMA Sumatera Utara tahun 2017-2021 memberikan warna berbeda dari guru senior lainnya. Menjadi donatur dana kegiatan sehingga dapat meringankan kerja panitia untuk menggalang dana.

Cerita itu hanya tinggal kenangan dan menjadi kebaikan selama ini. Kabar duka di tengah kesunyian malam pada 12 Maret 2021 / 28 Rajab 1442 H pada dini hari. Sebuah pesan singkat dari nomor HPnya yang dikirimkan melalui anaknya tentang kabar kepergian beliau untuk selama-lamanya. Orang tak percaya atas kepergian beliau begitu cepat. Begitulah orang baik, cepat dipanggil Allah Swt.

Kesan kebaikan dari berbagai cerita junior dan sesama guru senior. Anggota grup beberapa waktu akan merasakan kesunyian dari celotehan dan info bermanfaat darinya. Baru kali ini, hampir semua anggota WAG MGMP Geografi Sumut mengucapkan belasungkawa dan do’a atas kepergian beliau. Seseorang yang dinyatakan “Putra Makhota” hadir di rumah duka untuk melihat terakhir kalinya. Turut membantu proses fardhu kifayah sampai ke pemakaman menyatakan habis air matanya karena merasa sangat kehilangan sosok almarhum. Pesan-pesan beliau satu minggu lalu begitu membekas yang memberikan pirasat untuk kepergian beliau.

Kepergian Pak Nas sang Guru Desa begitu cepat dirasakan bagi jamaah Masjid Al Falah. Amanah sebagai Sekretaris BKM, telah banyak membantu proses rehab dan renovasi masjid yang sedang berlangsung. Perombakan fisik masjid dilakukan untuk mempersiapkan kenyamanan jamaah beribadah di Ramadhan 1442 H. Pengurus dan masyarakat di lingkunganya merasa kehilangan beliau karena kehidupan sosialnya yang begitu baik. Sebelum dipanggil Sang Pencipta, di malam itu, masih membawa acara takjiah di lingkungannya. Begitulah hidup beliau bermasyarakat di lingkungan tinggalnya. Merakyat dan menjadi penggerak kemajuan bagi umat di sana.

Beberapa waktu sebelum kepergian itu, beliau ikut terjun menjadi bagian pembimbingan anak dan teman-temannya membuat film bertema narkoba untuk diperlombakan. Upaya itu untuk membantu remaja agar mampu mengembangkan kreativitas dan bisa berprestasi sehingga terhindar dari bahaya kriminaltas. Di malam sebelum merasakan sakit, beliau masih berbagi melalui facebooknya untuk membagikan video tentang air terjun karyanya. Jejak-jeka digital beliau akan menjadi berkah karena ilmunya itu bernilai positif kepada orang lain.

Sekolah dan masyarakat kehilangan Makhyar Johni Nasution. Guru yang punya kemampuan menggerakan orang lain untuk berkarya dan berbagi. Beliau telah pergi menghadap Sang Khalid dengan amal kebaikannya. Do’a dari kami, semoga dosa-dosanya diampunkan dan kebaikannya akan mengantarkannya di syurga terbaik. Aamiin.

Guru kami telah pergi. Berbahagialah engkau di sana “Pak Nas sang Guru Desa

Sofyanto

Orang Kampung Mendunia. IG/Youtube: sofyanto.id Email: sofyanto15.st@gmail.com

12 Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *