PENULIS

Mendengar DNA Pejuang dari Veteran Indonesia melalui Daring

Veteran Indonesia itu masih gagah. Menyampaikan dan menularkan jiwa, semangat dan nilai-nilai 1945 kepada guru-guru di Sumatera Utara. Veteran mampu memanfaatkan digital untuk menyuarakan perjuangannya sampai saat ini.

Menularkan patriotisme dan kecintaan kepada Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) dengan berbagai pendekatan kekiniaan. Pada 7 – 14 Pebruari 2021 di P4TK BBL Medan peserta guru dan dosen berkumpul. Sedangkan di Mabes DPP LVRI Jakarta dengan gagah berani veteran menjadi pelatih calon pelaksana sosialisasi programnya. Menyuarakan demi menyelamatkan generasi zilenial Bangsa Indonesia untuk cinta tanah airnya. Acara dirangkai khusus di Medan agar pesertanya dapat menyandang Sosialisator Jiwa, Semangat dan Nilai-nilai 1945 (JSN’45).

“Perjuanganku melawan penjajah lebih mudah, tidak seperti kalian nanti. Perjuangan kalian akan lebih berat karena melawan bangsa sendiri”

Mohammad Hatta (Wakil Presiden RI I, Pejuang dan Bapak Koperasi Indonesia)

Veteran Indonesia berbagai latar sebagai pejuang Trikora, Dwikora, Seroja. Mereka sebagai pejuang yang masih hidup sampai saat ini, memiliki punya tanggung jawab kepada bangsa Indonesia untuk menularkan jiwa dan semangat perjuangannya pada generasi saat ini. Tujuannya, agar mereka bisa menikmati kemerdekaan secara utuh. Melalui sosialisasi JSN’45 diharapkan, terbentuknya pejuang masa kini yang mampu mempertahankan kemerdekaan Indonesia.

Sebuah pesan yang diungkapkan oleh Mohammad Hatta sebagai Wakil Presiden RI I menyatakan ” Perjuanganku melawan penjajah lebih mudah, tidak seperti kalian nanti. Perjuangan kalian akan lebih berat karena melawan bangsa sendiri .” Jika menilik pesan pejuang proklamator ini, bahwa perjuangan saat ini lebih berat karena sulit menemukan musuh nyata. Ada perorangan / kelompok dari bangsa Indonesia masih ingin memecah belah bangsa Indonsia demi kepentingan bangsa lain. Ini bukti, bahwa penjajahan di dunia harus dihapuskan karena tidak sesuai dengan prikemanusiaan dan prikadilan. Penjajah ingin menguasai kekayaan dimiliki suatu negara untuk kepentingan negaranya dengan menindas hak-hak dasar orang lain.

Penjajah yang berasal dari negara sendiri, harus dimusnahkan. Mereka bergerak untuk kepentingan kelompoknya dan memanfaatkan situasi kekinian untuk menghancurkan cita-cita bersama bangsa Indonesia. Membangun dan mengisi kemerdekaan, generasi milenial dan zilenial harus dipersiapkan sejak dini untuk mempunyai jiwa, semangat dan nilai-nilai 1945.

Sofyanto

Orang Kampung Mendunia. IG/Youtube: sofyanto.id Email: sofyanto15.st@gmail.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *