HOBI,  KREATOR,  PENULIS

5 Aktivitas Produktif di Rumah saat Virus Corona Melanda

Orang santai menghadapi Virus Corona karena itu seperti masalah biasa saja. Nanti juga berakhir dengan sendirinya. Menganggap enteng saja masalah ini karena merasa mampu untuk dihadapinya. Bisa saja dirumahnya sudah banyak persediaan sembako, masker yang semakin langka dan obat-obatan untuk menjaga keluarganya.

Sebagian orang semakin panik karena itu berbahaya pada diri dan lingkungannya. Virus melanda Indonesia begitu cepat yang berasal dari Asia atau Amerika. Pandemi Corona yang ditetapkan WHO tak terbendung sebagai wabah dan bencana. Akibatnya banyak kegiatan massal dan keramaian dikurangi intensitasnya. Interaksi dan kontak sosial dibatasi untuk mencegah percepatan penyebaran bagi korban dan calon korbannya. Siapapun bisa kena termasuk dokter, perawat bahkan orang yang suka berpergian sesuka hatinya.

Banyak orang tidak tahu apakah terjangkit atau tidak di tubuhnya virus corona. Melakukan tes medis bagi pejabat dan orang kaya munking saja mudah melakukannya. Apakah ditubuhnya berkembang virus atau tidak dengan hasil laboratorium dan indikasi lainnya. Usaha pribadi dilakukan dengan berbagai upaya. Pemerintah Pusat dan dan Daerah cepat bergerak dengan menerapkan kebijakan yang dianggap benar dan tepat. Lockdown bagi negara atau Social Distancing sebagai upaya bersama mengurangi pergerakan virus itu yang semakin merajalela.

Orang mulai banyak yang sadar melihat parahnya virus corona merusak kesehatan korbannya. Diisolasi di ruang khusus rumah sakit atau rumah yang disediakan pihak pemerintah atau tim kesehatan. ODP (Orang Dalam Pemantauan) dan PDP (Pasien Dalam Pengawasan) sebagai orang yang perlu perhatian. Menghindari kontak sosial dengan ruang, benda, alat, bahan dan orang yang memungkinkan adanya virus corona di sana sebagai upaya preventif dari kita sadar akan masalah. Mengefektifkan diri di ruang seperti rumah yang nyaman dan terhindar dari masalah dihadapan.

Bagaimana dengan mereka yang secara sadar manfaat dari Social Distacing dengan tinggal di rumah saja. Aktivitas apa saja yang produktif bagi mereka yang bisa dilakukan di rumah dibalik hikmah COVID-19 yang melanda dunia. 5 Aktivitas produktif di rumah dengan 5M yaitu

Membuat Karya

Bekerja di rumah mungkin jadi tak biasa. Canggung dan merasa tidak nyaman rasanya. Bagaimana Anda bisa menyelesaikan pekerjaan selama ini jika bermalas-malasan di rumah. Mencari alternatif dengan bekerja yang bisa tetap produktif walau tidak sesuai dengan pekerjaan semula. Bisa jadi peluang baru atau mengembangkan produk nyata yang ada di kantor sana.

Membuat karya misalnya menjadi pembuat konten youtube baru atau mengembangkan yang sudah ada. Mengangkat tema keluarga, pekerjaan di rumah atau masalah yang dihadapi menjadi konten menarik dari sudut pandang berbeda. Misalnya mengangkat konten tentang sulitnya menjadi ibu rumah tangga dengan ngevlog atau membuat tutorial menata rumah. Bisa juga bagi Anda yang punya hobi memasak dengan membuat konten tentang menu varian masakan baru atau belajar/bermain bersama si kecil yang selama ini dijaga oleh ART atau istri.

Selain itu Anda yang suka berkreativitas bisa membuat karya dari berbagai barang tak terpakai di rumah menjadi sesuatu yang menarik. Misalnya membuat karya lukisan dari koran atau kardus yang menumpuk di gudang. Bisa juga dengan membuat kardus-kardus yang selama ini tersimpan dibuat menjadi sebuah permainan si kecil yang murah dan ramah terhadap lingkungan. Membuat botol-botol minuman mineral menjadi wadah tanaman hias di taman atau tanaman sayuran. Ini bisa dijadikan kegiatan produktif yang sehat dan menyenangkan.

Membuat karya dalam bentuk produk misalnya membuat kerajinan yang memiliki nilai seni tinggi. Melukis atau membuat patung dari tanah liat yang ada. Dilakukan dengan modal sedikit dan mudah melakukannya di depan atau belakang rumah. Bisa juga dengan membuat tanaman bonsai yang banyak digemari dan punya nilai ekonomis tinggi. Apakah ini mungkin dilakukan? Bisa saja dilakukan jika Anda mau melakukannya dengan setulus hati untuk menjadi produktif di manapun kita berada.

Menulis

Aktivitas menulis tak banyak disukai orang. Bagi mereka yang suka menulis buku menjadi kesempatan berharga. Masa tenang di rumah menjadi sumber inspirasi menungkan ide setiap kata. Menjadi narasi indah untuk disebarkan oleh pembaca.

Menulis menjadi sebuah buku menjadi sesuatu yang menarik bagi mereka yang suka berkarya. Peluang tidak dibuang begitu saja. Saat inilah produktivitas mereka meningkat karena mereka butuh ketenangan di rumah. Mencurahkan setiap ide dan narasi yang mereka inginkan menjadi sebuah karya nyata. Buku sebagai karya mereka, dengan virus melanda, produktif mereka jadi peluang empuk untuk dikunyah. Menjadi sebuah buku best seller dan inspirasi pembacanya. Disini jadi peluang mengembangkan personal branding sebagai penulis buku berkelas dunia. Ide-ide sekitar jadi inspirasi untuk dipecahkan menjadi cerita menarik dari sudut pandangnya. Itulah penulis produktif di masa “liburan” di rumah mengambil kesempatan “bersemedi” untuk karya bukunya.

Menulis ulasan artikel atau oponi di surat kabar semakin mudah karen menjadi kebanjiran ide selama di rumah. Masalah covid-19 sebagai sumber untuk menjadi tulisan yang gurih dan renyah. Menuliskan setiap kata di surat kabar atau media online lainnya. Merasakan kenikmatan bekerja di rumah dengan menuntun menjadi orang produktif tinggi setiap kondisi bencana. Itulah peluang jika ingin menjadi penulis pemula memulainya di rumah dengan mengangkat cerita tentang covid-19 atau masalah yang dihadapi di rumah. Seperti saya saat ini menulis kebanjiran ide untuk diungkap di blog pribadi saya. Mengalir begitu saja. Asyiknya jadi penulis rumahan sajalah.

Sebagai seorang blogger, peluang ini jadi kesempatan bagi mereka untuk mengoptimalkan setiap tulisannya. Mengulas sebuah produk atau ide-idenya untuk ditulis di blognya masing-masing. Harapannya, setiap tulisan akan dibaca oleh banyak orang sehingga akan semakin meningkat SEO ataupun rating blognya di situs pencarian.

Berkah bagi mereka yang suka menulis dengan bekerja di rumah. Karena bagi mereka rumah sebagai kantornya mereka untuk bekerja. Membuat cerita menarik dan renyah dibalik laptopnya. Itulah hikmah karena bencana covid-19 bagi mereka yang suka menulis atau penulis pemula. Produktif disaat genting dan suasana santai di rumah. Bersemai bersama keluarga dengan karya berguna melalui tulisan penuh inspirasi yang mendunia.

Membaca Buku

Sering sekali kita membeli buku dan tak sempat untuk membacanya. Kesempatan inilah bisa dijadikan aktivitas produktif di rumah. Dengan membaca buku yang ada di rak dan meja. Yang selama ini sudah dibeli dan diabaikan begitu saja.

Menjadi orang yang produktif dengan menuntaskan setiap buku yang ingin dibaca. Membaca buku jadi bekal kecakapan hidup untuk menghadapi tantangan yang cepat berubah. Buku jadi bacaan gurih dimasa tenang dimasa produktif di rumah kita. Setelah usai peristiwa Covid-19 ini diharapkan akan bisa diimplementasikan isinya untuk tambahan bahan presentasi pekerjaan atau pelatihan yang sudah ditunda. Menjadi orang produktif dimasa tenang dan dimanapun kita berada.

Membersihkan dan Menata Rumah

Bagi pekerja kantoran atau petugas lapangan begitu sibuk bekerja dan berhubungan dengan kehidupan sosial di lingkungan terbuka. Covid-19 jadi refleksi diri karena mungkin kita hanya mampu membersihkan dan menata rumah di hari libur atau akhir pekan saja. Berkah kerja di rumah dengan membersihkan segala isi rumah. Menata taman atau ruangan yang telah kusam dengan debu dan sarang laba-laba.

Saat inilah, menjadi orang yang produktif di rumah. Membersihkan setiap bagian dari depan, dalam belakang rumah. Sampah dan kotoran yang perlu dibuang di tempat sampah. Sapu, kain pel dan serokan jadi teman setia membersihkan bangunan, halaman dan isi rumah yang sudah tak tentu arah. Membersihkan kendaraan seperti mobil atau sepeda motor dengan mencucinya. Dilakukan bersama anak-anak yang suka bermain air dan jauh dari pengaruh virus corona. Kendaraan bersih dan kebersamaan jadi semakin indah bersama mereka.

Orang produktif dengan menata taman dengan tanaman dan bunga yang bisa jadi pemandangan indah. Nyaman bertempat tinggal dengan anggota keluarga yang istimewa. Menikmati setiap kegiatan penataan taman atau ruang tamu dengan rak yang perlu diubah.

Ternyata, peristiwa yang dirasakan bersama membawa produktivitas selama kita di rumah. Istri/suami, anak atau asisten rumah tangga merasa kebantu dengan kehadiran kita bersama mereka. Kebersihan dan penataan yang dihasilkan bersama mereka yang rindu akan rumah yang nyaman, bersih dan indah untuk ditinggali seumur hidup kita.

Mengaji dan Beribadah

Dari semua aktivitas ke empat di atas. Inilah yang bisa dijadikan berkah bagi saya dan mungkin Anda semua. Selama ini bisa jadi kita mengabaikan begitu saja ibadah yang di rumah. Sibuk bekerja di luaran sampai kadang lupa anggota keluarga di rumah. Biasa jadi imam atau berdakwah ke berbagai daerah. Tapi kita kadang lupa punya keluarga yang perlu sentuhan jiwa bersama menjadi bagian kita menuju syurga-Nya.

Mengaji bersama orang di luaran sana tapi mengaji di rumah bersama istri/suami atau anak yang ada kecil prekwensinya. Adanya Covid-19 menjadikan kita bisa bersama mengaji menuntaskan setiap bacaan tilawah. Apalagi menjelang ramadhan 1441 H, mengaji saat ini sebagai latihan yang lebih lama seperti tahun-tahun sebelumnya.

Beribadah bersama dengan anak-anak untuk mengajarkan shalat dhuha, dzuhur atau ashar bersama. Mereka sosok yang butuh kehadiran ayah/ibu sebagai teladan dalam beribadah. Saat inilah tepat bagaimana orang tua bisa jadi contoh bukan mencontohkan. Aktivitas sederhana yang produktif membangun keluarga sakinah, mawadah warahmah yang selalu diungkapkan setiap do’a dan orang-orang yang mencintai kita. Produktif di rumah saat bencana melanda. Menjadikan mengaji dan beribadah sebagai peningkatan kualitas keimanan sekeluarga. Bukan pribadi kita yang selama ini sedikit egois dan mengabaikan rutinitas pekerjaan. Social Distancing sebagai refleksi diri dalam beragama. Family Distancing jadi Family

Bagi saya, adanya Covid-19 ini membawah berkah karena bisa bekerja dari rumah. Konsep 5 M bisa produktif jika aktivitas di rumah dijalani dengan penuh kebahagian sehingga menjadi berkah. Bisa optimal pekerjaan karena memunculkan ide dan kreativitas baru di rumah yang biasa dilakukan luar rumah atau di kantor biasa bekerja.

Terima kasih Covid-19 menjadi berkah untuk pribadi dan keluarga. Bangga Kencana bisa diwujudkan dari rumah sebagai keluarga bahagia di bonus demografi yang ada di depan mata.

Avatar

Orang Kampung Mendunia. IG/Youtube: sofyanto.id Email: sofyanto15.st@gmail.com

30 Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *