PENULIS,  PRODUK

Kepiting Ngamprak Pilihan Kuliner Seafood Medan

Dijam ishoma, hp saya berbunyi. Wah, ada apa ini? “Mau ikutan makan di sini, kami tunggu lho” Sebuah ajakan teman kantor sebelah dengan gebu-gebu.

Mereka baru menyelesaikan dinas luar dan sebelum kembali ke kantor, mau makan dulu. Penasaran, dimana ni tempat makannya. Sepertinya asyik. Yang ingat di fikiran hanya kata kunci “kepiting” dan mungkin ini satu-satunya disana. Sebentarnya tuh kalau sekitara itu lokasinya.

Gambar: Suasana di lantai I Kepiting Ngamprak Medan

Cus, langsung menuju Ruko OCBC B67/68 Jalan Arteri Ringroad Medan. Di bagian depan terpampang jelas warna orange dengan gambar kepiting di pinggir jalan dengan tiang besi warna hitam. Di atas pintu masuknya langsung disambut senyuman dan mata melotot kepiting dengan khas jepitannya.

Namanya juga, lapar dan lama tak menikmati sajian seafood di siang hari. Penasaran jelas terjadi dari lidah dan perut ini yang terus berdemo sembari mencari duduk yang nyaman. Pilihannya bersantai ya dengan lesehan di lantai II. Biasanya, kalau hidangan jenis seafood dengan berbagai variannya banyak dijumpai di malam hari. Ini di siang bolong sudah ada. Jelas, bahwa ini makanan berkelas dengan kantong pas-pas.

Pesanan akhirnya datang, dengan menu paket hemat. Pesanan begitu cepat datang dengan sajian nasi putih sebagai pengtar hidangan utama datang. Nasi sebagai sajian utama makan siang untuk sebagian besar perut orang kampung di Indonesia. Namanya juga “ngamprak” atau bersebaran di atas meja beralas kertas putih. Biur ditabur oleh pelayan restoran di atas meja. Berserakanlah kepiting, cumi-cumi dan udang bersaos tiram dengan satu penjemitnya. Ternyata di sajian paket hemat ada jagung untuk sajian penutup setelah saya tak sanggup lagi menghabiskannya.

Gambar: Paket Hemat 250K (Kepiting, Undang, Cumi)

Saya tak sanggup menghabiskannya. Porsi yang banyak untuk ukuran saya walau selera lidah tak terbatas ini. Bagi teman saya yang ada di samping dan hadapan saya, ini merupakan kesukaannya. Mereka slow saja menghabiskannya secara perlahan. Mereka tahu, bahwa makanan ini cocok baginya.

Mereka sebagai perantau dari daerah penghasil laut, maka tahu apakah yang disajikan di atas meja ini baru, segar atau tidak. Bagi mereka penikmat menu makanan laut, sehingga lidahnya sensitif untuk merasakan setiap sajian makanan yang ada di Kota Medan. Di Kepiting Ngamprak ini mereka menemukan seafood yang segar seperti di Sibolga dimana mereka dari kecil sampai berkeluarga tinggal disana.

Bagi saya, sajian seafood di siang hari ini sulit ditemukan di Kota Medan. Sebagai orang pemburu dan suka kuliner, bisa dicoba. Harganya relatif bagi penikmat makan siang dengan menu kepiting segar, cumi-cumi lembut dan udang berbungkuk.

Ramainya pengunjung pada jam makan siang pekerja kantoran perusahaan dan instansi. Datang lebih cepat sehingga bisa memilih meja dan kursi sesuka hati termasuk pilihan lesehan. Anda mau bersama keluarga, dan ketemua keluarga yang belum dikenal, datanglah di sore sampai malam hari. Di akhir pekan, Anda bisa menikmati sajian dengan berbagai orang silih berganti. Tak ada larangan berlama-lama di ruangan berAC di Kepiting Ngangkrak karena takutnya Anda akan ketagihan memesan menu lagi. Kan jadi repot, dan kasian si bandar di kasir nantinya.

Ingat ya, Anda tak boleh datang di jam 22.01 WIB walau untuk sebentar saja di Kepiting Ngamprak. Jika tetap ngotot ingin masuk, Anda akan diusir oleh karyawan sembari dapat hadiah senyum manisnya dan kata”maaf”. Mereka mau bersih-bersih lho, ngepel dan nyapu. Mereka tak sabar pulang dan tak mau ngamprak di jalanan. Mereka ingin segara menikmati malam indah bersama keluarga karena dapat senyuman manis dari konsumennya.

Orang Kampung Mendunia. IG/Youtube: sofyanto.id Email: sofyanto15.st@gmail.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *