OMAH DONDONG

Lahirnya Omah Dondong

Imam Asy-Syafii

“Merantaulah! Orang berilmu dan beradab tidak diam beristirahat di kampung halaman. Tinggalkan negerimu dan hidup di negeri asing (di negeri orang)”

Orang kampung yang merantau untuk bekerja dan sekolah akan selalu ingat kampung halamannya. Kampung kelahiran atau tempat tinggalnya sebagai bagian dari perjalanan hidup yang tak boleh untuk dilupakan. Berbagai pengalaman dirasakan sebagai bagian proses hidup baik yang sukses ataupun gagal dalam menjalaninya.

Bagi orang kampung jika ada keluarga yang mengizinkan sanak saudaranya untuk merantau, berarti diharapkan nantinya memberikan kabar baik tentang kesuksesan di daeah rantaunya sana. Merantau yang bekerja dapat membawa uang sehingga bisa meningkatkan kesejahteraan keluarga yang ditinggalkan. Untuk keluarga yang mengirimkan anak-anaknya untuk sekolah/kuliah diharapkan setelah selesai dapat memberikan kontribusi bagi kampung yang selama ini ditinggalkannya. Jika berlanjut dengan bekerja dan meraih puncak kesuksesan maka sebuah harapan besar agar kembalinya nanti baik menetap atau tidak bisa memberikan angin segar bagi lingkungan sekitarnya.

Walt Disney

“Semua impian kita dapat menjadi nyata, jika kita memiliki keberanian untuk mengejarnya”

Untuk itulah, saya sebagai orang kampung yang dikirim ke kota untuk berkuliah dan akhirnya bekerja sebagai PNS, punya tanggung jawab untuk membantu apa yang bisa diberikan. Melakukan yang sederhana dan ikhlas karena Allah Swt. Harapannya menjadi barakah bagi setiap yang dilaksanakan untuk semuanya. Upaya melaksanakan dengan perencanaan dan implementasi nyata yang “merakyat” sehingga proses ini diharapkan berlangsung dengan aman, damai dan menyenangkan.

Kelahiran Omah Dondong ditandai dengan menghadirkan beberapa anak-anak di lingkungan sekitar rumah untuk bermain bersama. Permainan yang sederhana dan menyenangkan berbasis teknologi memberikan kesan berbeda yang dirasakan mereka sebagai orang kampung. Pengalaman ini belum pernah mereka lakukan sehingga kebahagian terpancar dari wajah anak-anak orang kampung ini. Membuat roket dari botol minumal soda dan diluncurkan dengan alat yang dibeli dari Semarang. Alat ini pertama sekali digunakan sebagai bagian dari proses pendirian Omah Dondong di Kecamatan Wampu Kabupaten Langkat Provinsi Sumatera Utara.

Lahir secara resmi pada 30 Jumadil Awal 1440 H / 30 Legi / Tahun Baru Imlek 2570 Kongzili / 5 Februari 2019. Lokasi berada di Dusun Sido Rukun Desa Stabat Lama Barat Kecamatan Wampu Kabupaten Langkat. Disaksikan oleh Hj. Jaenah sebagai orang tua, nenek, buyut kami yang telah membesarkan dan mendidik kami di rumah sederhana bercat hijau tersebut. Dengan lafaz Bismillahirrahmannirrahim, Omah Dondong dilahirkan secara resmi untuk orang kampung yang ingin mendunia.

Omah Dondong dari dua suku kata Omah dan Dondong. Omah berasal dari kata Jawa yang artinya Rumah. Rumah ini merupakan tempat saya (Sofyanto), Sunardi, Suparti, Sunoto menjadi bagian penting dari perjalanan keluarga H. M. Markun (Alm) dan H. Jaenah. Sedangkan Dondong sebagai kata dasar dari Kedondong. Kedondong merupakan buah dan menjadi nama suatu wilayah yang menaungi beberapa desa. Kampung Dondong berada di Desa Stabat Lama Barat, Jantera Stabat dan Stabat Lama yang ada di Kecamatan Wampu. Kampung Kedondong dimulai dari Pasar I, II dan III yang semuanya saat ini berada di beberapa wilayah desa tersebut. Omah Dondong diharapkan sebagai rumahnya bagi orang kampung disana meraih kebahagian bersama. Generasi yang bisa mendunia.

Gerakan Omah Dondong mengangkat 3 subjek utama yaitu BERSAMA, BERBAGI, BERDAYA. Subjek ini digunakan untuk memfokuskan diri pada kebermanfaatan kehadiran Omah Dondong bagi orang kampung yang ada disana. Orang Kampung bukan sebagai objek pembangunan namun menjadi subjek dari perkembangan kampung tersebut. Sebagai lokasi perubahan maka gerakan ini bersifat sosial dan bisnis.

BERSAMA

“menjadi mudah & kuat”

Orang kampung bergerak pada asas “gotong royong” yang mudah difahami sehingga apapun masalah dihadapi akan “menjadi muda dan kuat”. Mudah karena tidak ditanggung sendiri oleh perorangan. Menjadi kuat karena dilaksanakan secara bersama/gotong royong. Segala sesuatu akan terasa sederhana menyelesaikan pekerjaan, memecahkan masalah dan bisa membangun sinergi dengan pihak lainnya. Kata bersama bisa diartikan yang lebih modern dengan “kolaborasi”. Manusia sebagai makhluk sosial yang bersama-sama menghadapi setiap permasalahan yang ada. Kegiatan yang dilakukan misalnya bersama membersihkan lingkungan. Bersama mengedukasi masyarakat tentang bahaya narkoba bagi kalangan masyarakat.

BERBAGI

“TERASA RINGAN & BAHAGIA”

Orang kampung dapat berbagi sehingga saling membantu satu sama lain. Misalnya ada musibah maka dengan berbagi apa yang bisa dibantu maka akan terasa ringan musibah yang dihadapi korban. Bagi orang / pihak yang membantu merasa bahagia karena dapat meringankan beban si korban. Konsep berbagi dapat diartikan berbagi inspirasi, kegiatan dan apapun dari mitra kepada orang kampung melalui Omah Dondong. Berbagi rezeki kepada penerima juga akan menjadi kebahagian bersama. Penerima merasa bahagia bisa ikut merasakan kebahagian orang lain yang rasakan. Pemberi juga menjadi manusia bahagia karena akan dimurahkan rezeki dari Sang Pencipta. Kegiatan misalnya pembagian bingkisan lebaran ataupun penyediaan fasilitas mengaji bagi anak-anak di kampung. Inilah bagian dari konsep sosial yang nyata bagi kehidupan manusia di muka bumi. Berbagi akan menjadi “inspiratif” karena dilakukan dengan ikhlas dan bermanfaat.

BERDAYA

“SINERGI SUKSES & SEJAHTERA”

Hidup dengan bersinergi maka kesuksesan akan mudah diraih. Sukses akan diiringi kesejahteraan dapat dilakukan dengan kekuatan berdaya. Omah Dondong untuk melakukan operasionalnya maka sisi bisnis dikelola sehingga keberlangsungannya tetap terjaga. Melalui pemberdayaan orang kampung, maka sinergi pihak mitra akan sukses menjalankan program-program dalam rangka meningkatkan kesejahteraan orang kampung. Pemberdayaan orang kampung dapat dilakukan dari sisi bisnisnya misalnya melalui pemodalan ternak sapi, kambing dan pengelolaan lahan pertanian. Dengan sinergi maka orang kampung akan berdaya meningkatkan kesejahteraan keluarganya masing-masing. “Sinergi” dengan sponsor dalam pemberdayaan melalui pelatihan yang sederhana dalam pemanfaatan potensi yang ada di lingkungan sekitarnnya.

Omah Dondong terlahir untuk memberikan manfaat kepada orang kampung. Kearifan lokal dari sisi sosial dan bisnis menjadi bagian penting dari prosesnya. Orang kampung yang bisa bersama, berbagi dan berdaya dapat menjadi mulia karena do’a dan usahanya. Yakinlah, Orang Kampung bisa Mendunia.

Orang Kampung Mendunia. IG/Youtube: sofyanto.id Email: sofyanto15.st@gmail.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *