• PENULIS,  PRODUK

    Waspada dengan Hoax Paket Data Internet Gratis

    Saya merasa kesal karena sering terjadi. Memberanikan diri sebagai suatu sikap dengan menuliskan di sini. Curhat ini saya anggap tidak berlebihan karena sekedar mengingatkan “beliau-beliau” yang belum tersadarkan. Masalah literasi dasar belum tuntas di negeri. Efek bencana Covid-19 menjadi rangkaian kesempatan membuka niatan negatifnya. Usaha saya sederhana #DiRumahAJa untuk bisa mengedukasi beliau-beliau itu untuk tidak menerima begitu saja dengan mudah. Parahnya tanpa ditelusuri dengan membukanya terlebih dahulu untuk melihat kebenarannya. Meneruskan berita hoax tanpa merasa bersalah dan tidak menghapus unggahan itu dan dianggap berita itu sebagai pemberi informasi akurat yang pertama. Istilah duta-duta internet baik/sehat sering kampanyekan istilah berita untuk “saring dan share “. Masyarakat harus melek literasi digital khususnya…

  • BUKABE,  OBJEK,  PRODUK,  TOKOH

    Buku Dosen Unimed Fitra Delita ada di Google Play

    Siapa yang tak merasa bahagia jika karya pertamanya ada di Google Play untuk kategori Books. Begitulah sebuah pengalaman seorang dosen Jurusan Pendidian Geografi Fakultas Ilmu Sosial Universitas Negeri Medan. Karya Fitra Delita, S.Pd., M.Pd berjudul “Perencanaan Pembelajaran Geografi“. Ketebalan 172 halaman ini berisi tentang bagaimana seorang mahasiswa bisa menuliskan perencanaan pembelajaran yang akan dilaksanakan nantinya di kelas-kelas yang diajarnya. Menganalisis silabus, menyusun program tahuan, program semester sampai pada RPP (Rencana Pelaksanaan Pembelajaraan). Terdapat desain pembelajaran HOTS dan beberapa metode pembelajaran kekinian yang dibutuhkan pada Abad 21. Bahkan dilengkapi beberapa contoh perencanaan pembelajaran yang efektif, efisien untuk mengelola sebuah kelas berbasis karakter. Terbitan bulan Maret 2020 oleh Haura Publishing sebagai penerbit…

  • OMAH DONDONG,  PENULIS

    30GB Tak Ada Gunanya

    Virus Corona bikin geger orang sekampung. Jenazah korban positif ditolak untuk dimakamkan di desa mereka. Mobil ambulan mengangkut jenazah yang sudah di kafani, plastik dan dipetikan harus dihadang. Bahkan ada yang dibongkar kuburannya gara-gara mereka takut terjangkit virus baru dari kelawar. Ada bupati, TNI/Polri sampai emosi turun tangan menyelesaikan permasalahan ini karena merasakan kepanikan. COVID-19 bikin runyam bagi mereka yang berlebihan. Kebijakan mulai diterapkan secara lokal dan global. Seruan Social Distancing, Fhysical Distancing, Pembatasan Sosial Skala Besar (PSSB) sampai kampaye dilakukan. Isolasi Wilayah dan Lockdown sebagai saran dari masyarakat untuk dilaksanakan. Plus dan minus difikirkan agar negeri ini bisa terkendali sesuai dengan perkiraaan. Berbagai pihak akhirnya ambil peran. Perusahaan skala…

  • BUKABE,  HOBI,  PENULIS,  PRODUK

    Buku Puisi Sepasang Abadi Laris di Pasaran dan Jadi Rujukan

    Hasan Al Banna (Penyair, Prosais, dan esais. Buku cerpennya Sampan Zulaiha masuk 10 besar Anugerah Khatulistiwa “Aprilia Syafitri tidak sedang terjangkit riya diksi, tidak sedang memamekan koleksi kosa-kata dari keluasan pikirannya. Entah Aprilia sadar atau tidak, bahwa cara kerja kepenyairan seperti itu memang ‘bak menguras air laut’, sia sia. Entah karena kesadaran itu pula, maka pada puisi Sepasang Abadi ini, kita dapat menemuka kerja keras dan kegigihan Aprilia dalam menemukan sekaligus mengutuhkan nilai-nilai makna dari pilihan-pilihan diksi dan kata yang lumayan istimewa untuk seumurannya. Teruslah bekerja keras, Aprilia. Petualangan puitis yang lain senantiasa menunggumu.” Aprilia Syahfitri dengan usia yang masih muda mampu menuliskan puisi yang asyik untuk dibaca dan resapi.…

  • HOBI,  KREATOR,  PENULIS

    5 Aktivitas Produktif di Rumah saat Virus Corona Melanda

    Orang santai menghadapi Virus Corona karena itu seperti masalah biasa saja. Nanti juga berakhir dengan sendirinya. Menganggap enteng saja masalah ini karena merasa mampu untuk dihadapinya. Bisa saja dirumahnya sudah banyak persediaan sembako, masker yang semakin langka dan obat-obatan untuk menjaga keluarganya. Sebagian orang semakin panik karena itu berbahaya pada diri dan lingkungannya. Virus melanda Indonesia begitu cepat yang berasal dari Asia atau Amerika. Pandemi Corona yang ditetapkan WHO tak terbendung sebagai wabah dan bencana. Akibatnya banyak kegiatan massal dan keramaian dikurangi intensitasnya. Interaksi dan kontak sosial dibatasi untuk mencegah percepatan penyebaran bagi korban dan calon korbannya. Siapapun bisa kena termasuk dokter, perawat bahkan orang yang suka berpergian sesuka hatinya.…

  • BUKABE,  GURU,  TOKOH

    Gara-gara Limbah Sagu

    Menjadi seorang PNS bukanlah hal yang mudah, apalagi dengan berbagai tantangan yang dihadapi ke depannya. Menjadi guru bukanlah cita-cita utama. “Awalnya ingin menjadi seorang bidan, tetapi taqdir berkata lain” Fauziah Setelah menamatkan pendidikan strata satu dalam bidang kimia, memulai karier oktober 2007 sebagai guru tidak tetap provinsi di SMA Negeri 1 Singkep Barat. Ketika menjadi guru disana pelajaran yang diampu bukanlah kimia tetapi fisika dan geografi. Mengingat ketika itu Singkep Barat kekurangan guru fisika dan geografi. Oleh karena sebagai guru baru mau tidak mau tidak ada pilihan lain akhirnya dengan terpaksa menerimanya. Berbagai upaya telah dilakukan agar mampu mengajar siswa dengan mapel baru seperti mengoleksi buku-buku fisika, mulai dari kelas…

  • BUKABE,  HOBI,  KREATOR,  PENULIS,  PROFESI,  SOSIAL

    Blogger Sumut di Kedai Sumatra Kena “Virus”

    Entah apa yang merasuki anggota Blogger Sumatera Utara mau hadir dengan fasilitator Orang Kampung. Bisa jadi, mereka hadir karena kejebak unggahan poster menarik si pembuat menebar di dunianya. Bahkan, kemungkinan rayuan maut Founder atau Co-Faunder komunitas kepada “korbannya”. Jika ada faktor lain dugaannya penasaran denga si pemakai “baju orange” yang gemesin. Atau mereka mau ikut nimbrung agar bisa lari dari pekerjaan rutin di rumah dan suami bisa jaga anak. Bagi mereka yang sering datang ke lokasi bagi yang lajang/gadis pilihan hadir karena faktor menu enaknya atau barista ganteng kali ya. Gara-gara hadir diacara itu, banyak dari mereka terkena “virus”. Terjangkit dari sedang duduk serius sembari dengar ocehan si fasilitator yang…

  • BUKABE,  PENULIS,  SOSIAL

    Pasca Hujan, Medan Membaca Memulai Acara Workshop Penulisan & Penerbitan Buku

    “Aku suka berjalan di bawah hujan, sehingga tidak ada seorang pun yang bisa melihatku menangis” Charlie Chaplin (Aktor, komik dan produsen dari Britania Raya 1889-1977) Rintikan air dari langit semakin asyik untuk penikmat secangkir kopi bersanding ubi goreng saat membaca koran. Mahasiswa semakin nyenyak tidurnya di kalah hujan sebelum jadwal kuliah. Penjaga pintu air kondisi siaga memantau debit air setiap menitnya. Penjajah payung menjadi berkah untuk mengais rezeki dari jasa memayungi penggunanya. Bagaimana dengan getar-getirnya Pengurus Komunitas “Medan Membaca” sampai siang hari hujan belum redah. Rencananya pada siang itu, mereka akan ada kegiatan Workshop Penulisan & Penerbitan Buku yang akan dihadiri banyak peserta. Sewa ruangan dilakukan dijauh hari, exbanner sudah dicetak…

  • PENULIS,  PRODUK

    Kepiting Ngamprak Pilihan Kuliner Seafood Medan

    Dijam ishoma, hp saya berbunyi. Wah, ada apa ini? “Mau ikutan makan di sini, kami tunggu lho” Sebuah ajakan teman kantor sebelah dengan gebu-gebu. Mereka baru menyelesaikan dinas luar dan sebelum kembali ke kantor, mau makan dulu. Penasaran, dimana ni tempat makannya. Sepertinya asyik. Yang ingat di fikiran hanya kata kunci “kepiting” dan mungkin ini satu-satunya disana. Sebentarnya tuh kalau sekitara itu lokasinya. Cus, langsung menuju Ruko OCBC B67/68 Jalan Arteri Ringroad Medan. Di bagian depan terpampang jelas warna orange dengan gambar kepiting di pinggir jalan dengan tiang besi warna hitam. Di atas pintu masuknya langsung disambut senyuman dan mata melotot kepiting dengan khas jepitannya. Namanya juga, lapar dan lama…

  • CITRA,  KOMUNITAS,  OMAH DONDONG,  SOSIAL,  TOKOH

    Pendiri TBM Mendai Secanggang dan Ketua Gemastri Naman Jahe sebagai Peraih Pemuda Berdaya 2020

    Najwa Shihab “Pemuda hari ini harus turun tangan, berkarya nyata menjawab semesta Indonesia” Sebagian mereka sudah lupa kampung halamannya dimana dia dilahirkan. Bermain petak umpet, mandi di sungai atau mencuri buah di kebun orang di masa kecilnya. Mereka pindah secara diam-diam dan tak tahu dimana rimba saat ini karena merasa sudah sukses di negeri orang. Atau ada merasa malu untuk kembali karena kegagalannya sebagai perantau. Kampung-kampung di pedesaan mulai banyak ditinggalkan pemudanya untuk merantau. Demi meningkatkan kualitas diri atau mencari kesejahteraan demi keluarga yang ditinggalkan. Penduduk tua dan anak-anak menghiasi dominasi untuk meramaikan suasana kampung di pagi untuk bermain. Malam hari dengan suara mengaji anak-anak atau berkumpulnya mereka di keramaian…